Dulu sungai Kluet terkenal dengan kejernihan airnya. Tengok lah,sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terbentang dari hulu sungai Menggamat Kecamatan Kluet Tengah hingga ke hilir muara Suaq Bakung Kecamatan Kluet Selatan air nya tampak bening.

Namun,sekarang kondisi sungai Kluet berubah. Warna bening dan jernih tak lagi tampak di sepanjang aliran sungai. Bahkan,warna air sungai sudah berubah menjadi kecoklatan dan bercampur lumpur.

Diduga,kondisi tak elok ini terjadi akibat dari aktivitas penggerukan sungai menggunakan alat berat di hulu sungai Menggamat.

Di Kluet Timur misalnya, sebagian masyarakat masih menggunakan air sungai  untuk kebutuhan sehari hari seperti mencuci,memasak bahkan untuk di minum.

“Jika kondisi ini terus berlarut dan air sungai tak jernih lagi,kami masyarakat yang merasakan akibatnya,” kata salah satu warga,Rabu (9/9/2026).

“Jika benar ini terjadi akibat pertambangan yang didugal ilegal itu,kami minta pemerintah segera bertindak agar dihentikan,jangan kami rakyat kecil jadi korban,” sambungnya.

Hal senada juga dikatakan salah satu warga Kluet Selatan.Menurutnya, selama aktivitas pertambangan menggunakan alat berat jenis ekskavator itu masih beroperasi,maka kondisi air sungai tetap akan keruh dan berlumpur.

“Kita minta semua elemen dan tokoh masyarakat Kluet Raya bersuara,jangan diam melihat kondisi saat ini,sebelum semuanya terlambat,” katanya.

“Jangan tunggu banjir bandang dan longsor dulu,mari kita cegah bersama,silahkan ambil emas di tanah Menggamat,tapi harus sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku,”pungkasnya.[]