Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan dan pasokan bawang merah menjelang Idul Adha 2026 masih dalam kondisi aman, meski sejumlah sentra produksi menghadapi tantangan cuaca ekstrem.

Pemantauan dilakukan di sejumlah sentra utama, seperti Solok, Brebes, Enrekang, Bima, Nganjuk, Bandung, Kendal, Garut, hingga Probolinggo. Hasilnya, produksi bawang merah nasional masih terkendali dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Muhammad Taufiq Ratule, mengatakan produksi bawang merah nasional rata-rata mencapai sekitar 2 juta ton konde basah atau setara 1,3 juta ton rogol kering panen per tahun. Sementara kebutuhan konsumsi nasional berada di kisaran 1,26 juta ton per tahun.

“Produksi bawang merah nasional masih mencukupi, bahkan Indonesia juga terus melakukan ekspor. Menghadapi Idul Adha, kami memperkuat sinergi bersama champion bawang merah, pemerintah daerah, asosiasi, serta kementerian dan lembaga terkait untuk menjaga stabilitas pasokan dan distribusi,” kata Ratule dalam keterangan tertulis, Minggu (23/5/2026).

Petani champion bawang merah asal Enrekang, Kasmidi, menyebut panen di wilayahnya masih berlangsung hingga menjelang Idul Adha. Distribusi bawang merah dari Enrekang ke Kalimantan juga masih berjalan rutin sebanyak tiga kali dalam sepekan.

Sementara itu, champion bawang merah asal Solok, Amri Ismail, mengatakan panen raya di daerahnya diperkirakan berlangsung pada pertengahan Juni 2026 dan akan memperkuat pasokan untuk wilayah Sumatra.

Ketua Umum Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Dian Alex Chandra, menyampaikan stok bawang merah hingga akhir Mei masih tersedia. Namun, produksi di sejumlah daerah mengalami penurunan sekitar 30 hingga 40 persen akibat cuaca ekstrem.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura, Muhammad Agung Sunusi, menjelaskan musim tanam Maret hingga Mei tahun ini diwarnai cuaca ekstrem yang memicu serangan organisme pengganggu tanaman, seperti ulat grayak dan moler.

Meski demikian, distribusi bawang merah dari berbagai daerah, seperti Nganjuk, Enrekang, Pati, Brebes, Temanggung, dan Garut, masih berjalan lancar.

“Harga diperkirakan masih berada di atas harga acuan hingga Idul Adha karena meningkatnya permintaan masyarakat. Namun, kondisi diproyeksikan kembali normal seiring masuknya panen dari berbagai sentra produksi,” ujarnya.

Kementan berharap koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar pasokan bawang merah tetap lancar dan harga di tingkat konsumen tetap terkendali menjelang hari besar keagamaan.