Kondisi beberapa Ruang Kelas Belajar (RKB) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jambo Manyang Kecamatan Kluet Utara sangat memprihatinkan. Pasalnya,plafon di ruangan belajar tersebut mengalami kerusakan parah dan tidak nyaman lagi untuk digunakan.
Hal tersebut disampaikan salah satu tokoh masyarakat Jambo Manyang Marzuki kepada media ini, Selasa 14 Juli 2026. Menurutnya,sebanyak tiga ruang kelas 4,5 dan 6 di sekolah tersebut mengalami kerusakan parah pada bagian atap, sehingga tidak lagi aman untuk digunakan.
Lebih lanjut, Marzuki mengutarakan keprihatinan nya demi keselamatan para siswa,ia berharap agar ada perbaikan dari pihak sekolah dan pemerintah daerah mengingat kapan saja bisa terjadi plafon nya bisa roboh dan mengenai kepala para siswa/siswi saat aktivitas KBM berlangsung.
“Saat ini para siswa melakukan proses belajar dalam ruangan yang memang tidak aman ,selain atap nya yang terlihat sudah bolong-bolong dan rapuh, dinding dan meja siswa penuh dengan coretan dan terkesan seperti sekolah laskar pelangi,” kata Marzuki.
Ia berharap ada perhatian serius dari Pemkab Aceh selatan,karena ini menyangkut dengan keselamatanpara siswa saat melakukan proses belajar mengajar.
“Bagaimana bisa produktif dalam bidang pendidikan jika infra struktur nya seperti meja dan kursi yang sudah usang ditambah lagi dinding nya penuh dengan coretan dan terlihat sangat kumuh'” ujar Marzuki.
“Jauh dari kata tempat mendidik generasi penerus. Padahal ruang yang bersih akan membawa dampak positif bagi siswa/siswi dalam menyerap segala bentuk ilmu yang diajarkan oleh dewan guru, bagaimana seorang pendidik mengajarkan kepada siswa tentang berprilaku bersih dan rapi padahal lingkungan sekolah sendiri diibaratkan seperti bukan ruang yang menghasilkan ilmu dan mengasah pemikiran juga imajinasi bagi anak didik,” sambungnya.
Marzuki menambahkan, meskipun SDN Jambo Manyang terlihat bagus dari luar, tapi belum tentu di dalamnya. Itu sebab, ia berharap agar instansi terkait dapat turun dan melihat langsung kondisi sebenarnya.
“Kita minta Pemkab Aceh Selatan melalui dinas terkait dapat mengambil langkah dan turun ke lokasi untuk melihat langsung,” tutup Marzuki.**







Tinggalkan Balasan