PT Singaraja Putra Tbk (SINI) berencana melaksanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
Dalam aksi korporasi tersebut, SINI akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 721,50 juta saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham.
Saham baru yang diterbitkan memiliki hak yang sama dan sederajat dengan saham yang telah disetor penuh lainnya dalam perseroan, termasuk hak suara dan hak untuk menerima dividen.
Sesuai ketentuan POJK PMHMETD, SINI akan mengajukan pernyataan pendaftaran rights issue kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 26 Mei 2026. Aksi korporasi ini akan dilaksanakan setelah pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif oleh OJK.
Secara garis besar, dana hasil rights issue akan digunakan untuk rencana pengambilalihan PT Kemilau Mulia Sakti (KMS), pembayaran lebih awal utang perseroan kepada kreditur, serta keperluan modal kerja perusahaan.
Dalam rencana tersebut, SINI bermaksud mengakuisisi 507.380.875 lembar saham atau setara 99,995 persen saham KMS yang dimiliki PT Petrosea Tbk (PTRO). Rencana itu berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PPJB) tertanggal 15 April 2026.
“Nilai dari rencana pengambilalihan KMS adalah sebesar Rp1.730.400.000.000,” tulis manajemen SINI dalam keterbukaan informasi, Jumat (22/5/2026).
Dalam PPJB tersebut, SINI akan membayar sebesar Rp1.512.000.000.000 secara tunai menggunakan dana hasil pelaksanaan rights issue pada tanggal penyelesaian rencana akuisisi KMS.
Sementara sisanya sebesar Rp218.400.000.000 ditambah bunga 7,5 persen per tahun, terhitung sejak tanggal penyelesaian rencana akuisisi KMS, akan dibayarkan menggunakan kas internal perseroan secara bertahap hingga 31 Desember 2028.
Manajemen SINI menyatakan, rencana akuisisi KMS sejalan dengan strategi perseroan untuk meningkatkan investasi dengan memiliki pengendalian terhadap KMS, yang memiliki pengendalian atas perusahaan anak yang bergerak di bidang pertambangan batu bara.
Jika rencana akuisisi tersebut terlaksana, total aset SINI diperkirakan meningkat 154,90 persen setelah transaksi. Peningkatan itu terutama berasal dari penambahan kas dan bank sebesar Rp1,35 triliun, aset tetap sebesar Rp299,96 miliar, aset pertambangan Rp76,92 miliar, aset aktivitas pengupasan tanah Rp314,01 miliar, serta jaminan reklamasi Rp73,23 miliar.
Selanjutnya, SINI akan meminta persetujuan pemegang saham terkait rencana rights issue dan akuisisi KMS dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), dan Rapat Umum Pemegang Saham Independen (RUPSI) yang dijadwalkan pada 26 Mei 2026.



Tinggalkan Balasan