Momen kepulangan sanak saudara dari Tanah Suci selalu menghadirkan suasana hangat yang dipenuhi isak tangis haru dan rasa syukur yang mendalam. 

Setelah 40 hari melaksanakan ibadah haji, kepulangan para jemaah pasti sangat dinantikan sanak saudara dan kerabat dekat. 

Menyambut jemaah haji merupakan salah satu amalan yang disunahkan dalam Islam. 

Namun, bukan cuma menyambut, kita juga diminta untuk mendoakan mereka. 

Lantas, apa saja doa yang bisa dipanjatkan saat menyambut jemaah haji pulang dari Tanah Suci?

Amalkan Doa Ini untuk Menyambut Kepulangan Keluarga, Saudara, atau Teman yang Menjalankan Ibadah Haji

1. Doa Menyambut Jemaah Haji

قَبَّلَ اللهُ حَجَّكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَأَخْلَفَ نَفَقَتَكَ

Qabballallahu hajjaka, wa ghafara dzanbaka, wa akhlafa nafaqataka

Artinya: “Semoga Allah menerima ibadah hajimu, mengampuni dosamu, dan mengganti pengeluaranmu.”

2. Doa untuk Jemaah Haji

Islam juga mengajarkan doa di bawah ini untuk menyambut jemaah haji yang pulang dari Tanah Suci.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْحَاجِّ وَلِمَنِ اسْتَغْفَرَ لَهُ الحَاجُّ

Allahumaghfir lil hajj wa li man istaghfara lahul hajj

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosa jemaah haji ini dan dosa orang yang dimintakan ampun oleh jemaah haji ini.”

3. Doa agar Menjadi Haji Mabrur

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَسَعْيًا مَشْكُوْرًا

Allahummaj’alhu hajjan mabrura, wa dzamban maghfura, wa sa’yan masykura

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah ia (ibadah haji ini) sebagai haji yang mabrur, doa yang terampuni dan usaha yang disyukuri.”

Apa Hukum Menyambut Jemaah Haji?

Menyambut kepulangan jemaah hajinya hukumnya sunah muakkad atau sangat dianjurkan. Salah satu dalilnya adalah hadis yang diriwayatkan Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu. 

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Jika engkau berjumpa dengan orang yang baru pulang dari haji, maka berilah salam kepadanya, jabatlah tangannya, dan mintalah ia memohonkan ampunan untukmu sebelum ia masuk ke rumahnya karena sesungguhnya ia telah diampuni (dosanya).” (HR Ahmad)

Hadis ini juga yang landasan disunahkannya tiga adab menyambut jemaah haji, yakni memberi salam, berjabat tangan, dan meminta doa istighfar. 

Dalil kedua diriwayatkan Ibnu Abbas radhiyallahu anhu. 

Ia berkata, “Ketika Nabi Muhammad SAW tiba (dari haji), anak-anak kecil dari Bani Abdul Muthalib menyambutnya. Beliau lalu menggendong seorang anak di depannya dan seorang lagi di belakangnya.” (HR Bukhari)

Riwayat di atas membuktikan bahwa menyambut kepulangan jemaah haji merupakan tradisi umat Islam sejak zaman Nabi Muhammad SAW.