Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan pentingnya peran Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam pengembangan industri sawit nasional berbasis riset, inovasi, dan hilirisasi bernilai tambah tinggi. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama delegasi IPB yang dipimpin Guru Besar Fakultas Pertanian IPB Prof. Sudrajat, sekaligus membahas pengelolaan lahan, penguatan pusat studi sawit, hingga pengembangan model hilirisasi yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, dan industri.

“Kami semua mendapat arahan langsung dari Presiden. Khusus sawit ini, paling tidak ada tiga institusi yang mendapat arahan, yaitu kementerian yang menangani lahan dan pendidikan tinggi, kemudian Agrinas, dan saya sebagai Kepala Bappenas, karena kami mendapat tugas untuk menangani hilirisasi sawit. Dari sinilah sebenarnya IPB harus berhubungan dan mengambil peran strategis,” ujar Menteri Rachmat Pambudy di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Menurut Menteri Rachmat Pambudy, hilirisasi sawit tidak lagi dapat bertumpu pada ekspor bahan mentah semata, melainkan harus diarahkan pada pengembangan produk-produk inovatif berbasis teknologi dan riset. IPB dianggap memiliki kapasitas besar untuk menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi sawit nasional.

“Sudah waktunya kita tidak hanya menjual CPO atau TBS saja. Satu tandan sawit itu bisa menjadi berbagai produk bernilai tinggi. Bisa menjadi lipstik alami, kapsul beta karoten, material komposit, sampai produk industri lainnya. Sawit itu sangat eksotis kalau diolah dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu saya ingin pusat studi sawit di IPB dilanjutkan dan diperkuat, meskipun dimulai dari skala kecil, karena dampaknya nanti akan sangat monumental,” kata Menteri Rachmat Pambudy.

IPB pun didorong untuk terlibat dalam penguatan rantai pasok dan pengembangan koperasi melalui program Koperasi Desa Merah Putih. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri menjadi kunci agar pengembangan sawit dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Sementara itu, Prof. Sudrajat menjelaskan bahwa IPB tengah menyiapkan sejumlah skema kerja sama dalam pengelolaan kebun sawit dan pengembangan ekosistem pendidikan berbasis industri sawit berkelanjutan.

Salah satu opsi yang disiapkan adalah pengelolaan kebun secara profesional dengan melibatkan praktisi industri berpengalaman, sekaligus mengintegrasikan kegiatan tersebut dengan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendorong transformasi sektor sawit nasional menuju industri berbasis inovasi, keberlanjutan, dan nilai tambah tinggi.

sumber: bapenas.go.id