Marsiyah Salim, nenek asal Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tiba di Makkah untuk menunaikan ibadah haji pada musim haji 1447 H/2026 M.
Pada usia 105 tahun, perempuan yang akrab disapa Mbah Marsiyah itu menjadi calon haji tertua Indonesia tahun ini. Ia tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) SUB 112 melalui Embarkasi Surabaya dan tiba di Tanah Suci dengan selamat, Sabtu (23/5/2026) pagi.
Perjalanan menuju Tanah Suci menjadi pengalaman pertama bagi Mbah Marsiyah naik pesawat sekaligus bepergian jauh. Meski demikian, ia mengaku merasa tenang selama penerbangan menuju Arab Saudi.
“Rasanya ayem, berangkat sampai pulang sehat,” tutur Mbah Marsiyah.
Ia juga mengaku menikmati udara dingin di dalam pesawat selama perjalanan.
Di balik keberangkatannya ke Tanah Suci, tersimpan kisah panjang perjuangan Mbah Marsiyah menabung dari hasil berjualan bubur. Ia mengumpulkan uang sedikit demi sedikit menggunakan kaleng bekas yang disimpan di lemari kayunya.
Uang pecahan Rp2.000 hingga Rp5.000 dikumpulkannya selama bertahun-tahun dari hasil berjualan bubur di depan rumah, tepat di bawah pohon sawo.
“Saya jualan bubur, menabung sedikit-sedikit, masukkan ke kaleng,” ujarnya.
Jika tabungan belum mencukupi, anaknya turut membantu menambah biaya keberangkatan. Dari hasil tabungan tersebut, Mbah Marsiyah akhirnya berhasil mendaftar haji pada 2021.
Karena usianya yang sudah sangat sepuh, Mbah Marsiyah mendapat program percepatan keberangkatan lansia dari pemerintah.
Meski telah berusia lebih dari satu abad, kondisi fisik Mbah Marsiyah masih tergolong bugar. Ia rutin berjalan kecil di dalam rumah dan selama berada di Tanah Suci didampingi keluarga dalam beraktivitas.
Kisah Mbah Marsiyah menjadi pengingat bahwa niat tulus dan kesabaran dapat membuka jalan menuju Tanah Suci. Dari kaleng tabungan sederhana, doa panjangnya akhirnya mengantarkannya bersujud di Baitullah.



Tinggalkan Balasan