Gubernur Provinsi Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menegaskan penanganan ilegal logging kini menjadi perhatian serius. Dia menilai aktivitas itu berkaitan erat dengan bencana yang terjadi di wilayahnya.
“Salah satu penyebab banjir ini adalah penebangan pohon di hutan-hutan atau ilegal logging,” kata Mualem dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Aceh (Forkopimda) di ruang rapat gubernur Aceh, Kamis (23/72026).
Karena itu, Mualem menginginkan aktivitas ilegal logging yang masih berlangsung di Aceh untuk segera dihentikan.
Adapun menyinggung soal bencana hidrometeorologi, Forkopimda sepakat untuk menetapkan status masih dalam masa transisi.
“Jadi, belum masuk ke rehab-rekon,” ujarnya. Dalam tersebut, peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Pesisir Aceh Barat juga menjadi salah satu topik pembahasan serius. Mualem meminta peserta rapat untuk memberi pandangan dan pertimbangan.
“Semua nanti kita jadikan keputusan bersama,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, memaparkan tentang masifnya tambang ilegal di sejumlah wilayah di Aceh.
Bahkan, penambangan dilakukan dengan bahan-bahan kimia yang sangat berbahaya. Penanganan tambang ilegal, sebut Nasir, di antaranya adalah sosialisasi bahaya merkuri, penertiban terpadu bersama APH, koordinasi lintas instansi serta upaya legalisasi melalui WPR bersama pemerintahan kabupaten/kota.
“Untuk itu, perlu diterbitkan maklumat bersama Forkopimda Aceh dan melakukan bimbingan dan pengawasan ke jajaran masing-masing,” katanya.
Selain itu, Nasir juga memaparkan persoalan karhutla di sejumlah wilayah di Aceh. Di antaranya Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Selatan dan Singkil.
“Di antaranya yang paling luas terbakar adalah lahan gambut, lebih 150 hektar. Dampak yang terjadi, meningkatnya CO2 sehingga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, kebakaran semakin meluas dan tak terkendali,” paparnya.
Dalam hal ini para bupati/wali kota se-Aceh diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan penanganan Karhutla dan Reaktivasi Desk Penanganan Karhutla Tahun 2026. Selain itu, BNPB telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).**



Tinggalkan Balasan